Cari Artikel

image
Bimbingan Al-QuranAl-Quran
Program bimbingan Tahsin dan Tahfidz Al-Quran.
image
Kajian RutinKajian
Kajian rutin Ikhwan dan Akhwat yang terjadwal.
image
Amil Zakat dan SodaqohAmil ZIS
Penyaluran ZIS yang terprogram sesuai syariat.
 

Wasiat Terakhir Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wasallam

Makam_rasulHari itu senin, sudah tiga hari beliau Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wasallam tidak dapat mengimami shalat. Pada saat kaum muslimin sudah siap berdiri untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid, secara mendadak Nabi Muhammad shalallohu ‘alaihi wasallam menyingkapkan kain penyekat kamarnya. Beliau melihat para jamaah sambil tersenyum senang sembari melambaikan tangan. Melihat keadaan beliau yang demikian, para sahabat sangat gembira. Mereka menyangka beliau telah sembuh dari sakitnya. Annas bin Malik Radhiyallohu'anhu meriwayatkan kaum muslimin hampir terfitnah karenanya, hampir saja mereka bubar dari sholatnya karena saking senangnya.

Sementara Abu Bakar Siddiq Radhiyallohu'anhu yang akan mengimami shalat menyangka beliau hendak keluar kamar dan memimpin shalat. Tetapi beliau segera memberi isyarat supaya para jamaah memulai shalatnya. Kain penyekat ditutup kembali. Para sahabat melanjutkan shalatnya... (HR Bukhari). Inilah hari terakhir Rasullullah shalallohu ‘alaihi wasallam melihat para sahabatnya.

Anas bin Malik Radhiyallohu'anhu meriwayatkan tatakala Rasulullah shalallohu’alaihi wasallam tersenyum, Aku tidak pernah melihat Rasulullah shalallohu ‘alaihi wasallam tersenyum lebih bagus selain hari itu.

Menjelang waktu Dhuha, Rasulullah shalallohu ‘alaihi wasallam memanggil Fathimah Radhiyallohu'anha. Tidak lama kemudian, datanglah putri kesayangan beliau. Fathimah menangis, melihat Bapaknya yang hanya bisa menoleh sambil berkata “wahai beratnya yang engkau hadapi wahai ayahanda”.  Seperti yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah shalallohu ‘alaihi wasallam menghiburnya “Setelah hari ini tidak ada kesusahan lagi bagi Bapakmu”.

Nabi Muhammad shalallohu ‘alaihi wasallam membisikkan sesuatu ke telinga Fatimah hingga membuat Fatimah menangis tersedu-sedu. Beberapa saat kemudian, beliau membisikkan sesuatu lagi dan Fatimah pun seketika tersenyum gembira. Tak ada seseorang yang mengetahui apa isi bisikan beliau, termasuk isteri-isterinya….

Ikuti penuturan Ustadz Abu Zubair selanjutnya… yang akan membawa antum menyimak lebih jauh detik-detik terakhir kehidupan Rasulullah shalallohu ‘alaihi wasallam dan mengambil hikmah dari sejarah kehidupan akhir beliau.

{audio}Kajian 1|http://www.assunnah-qatar.com/phocadownload/Audio/Rasulullah_wafat/001_Wasiat_menjelang_wafatnya_Rasulullah.mp3;Kajian 2|http://www.assunnah-qatar.com/phocadownload/Audio/Rasulullah_wafat/002_Wasiat_menjelang_wafatnya_Rasulullah.mp3;Kajian 3|http://www.assunnah-qatar.com/phocadownload/Audio/Rasulullah_wafat/003_Wasiat_menjelang_wafatnya_Rasulullah.mp3;Kajian 4|http://www.assunnah-qatar.com/phocadownload/Audio/Rasulullah_wafat/004_Wasiat_menjelang_wafatnya_Rasulullah.mp3{/audio}

 

hadits-2

go-sunnah

Silakan Pilih

Klik 'tuk baca Al-Qur'an Online

Klik 'tuk 'ndengerin radio online

 

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook

Tamu Online

We have 210 guests and no members online