Cari Artikel

image
Bimbingan Al-QuranAl-Quran
Program bimbingan Tahsin dan Tahfidz Al-Quran.
image
Kajian RutinKajian
Kajian rutin Ikhwan dan Akhwat yang terjadwal.
image
Amil Zakat dan SodaqohAmil ZIS
Penyaluran ZIS yang terprogram sesuai syariat.
 

Hikmah Adanya Kemaksiatan Dan Kekufuran

Selasa, 9 Maret 2004 19:04:52 WIB

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin ditanya : "Tentang hikmah adanya berbagai kemaksiatan dan kekufuran ? "

 

Jawaban.
Terjadinya berbagai kemaksiatan dan kekufuran memiliki hikmah yang banyak, antara lain.

Pertama.
Menyempurnakan kalimat Allah Ta'ala, di mana Dia menjanjikan neraka untuk dipenuhinya. Allah berfirman.

"Artinya : Tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabb-mu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabb-mu telah ditetapkan : Sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka jahannam dengan jin dan manusia semuaya" [Hud : 118-119]

Kedua.
Menampakkan hikmah Allah Ta'ala dan kekuasan-Nya, di mana Dia membagi hamba-hamba-Nya menjadi dua golongan ; yang taat dan durhaka. Pembagian ini menjelaskan hikmah Allah Azza wa Jalla, keta'atan ada yang melakukannya dan merekalah ahlinya. Demikian pula kemaksiatan ada yang melakukannya dan merekalah ahlinya. Allah Ta'ala berfirman.

"Artinya : Allah lebih mengetahui di mana Dia meletakkan tugas kerasulan" [Al-An'am : 124]

Firman-Nya pula.

"Artinya : Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka balasan ketakwaannya" [Muhammad : 17]

Mereka inilah orang-orang yang ta'at. Dalam ayat lain Allah berfrman.

"Artinya : Dan adapun orang-orang yang dihati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka di samping kekafiran yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir" [At-Taubah : 125]

Firman-Nya lagi.

"Artinya : Maka ketika mereka berpaling, Allah palingkan hati mereka" [Ash-Shaf : 272]

Mereka inilah ahli maksiat.

Dengan pembagian di atas tampaklah kekuasaan Allah, tidak ada seorangpun yang menguasainya kecuali Allah sebagaimana firman-Nya.

"Artinya : Bukanlah kewajibanmu menunjuki mereka, akan tetapi Allah menunjuki siapa saja yang Dia kehendaki" [Al-Baqarah : 272]

Firman-Nya lagi.

"Artinya : Sesungguhnya kamu tidak dapat menunjuki orang yang kamu cintai, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui siapa yang patut beroleh petunjuk" [Al-Qashas : 56]

Ketiga.
Menampakkan ni'mat Allah kepada orang yang ta'at karena keta'atannya ketika ia melihat kondisi ahli maksiat. Allah Ta'ala berfirman.

"Artinya : Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika Dia membangkitkan seorang rasul kepada mereka dari kalangan mereka sendiri, rasul itu membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka serta mengajarkan Al-Kitab dan hikmah kepada mereka. Dan sungguh mereka sebelum itu berada dalam kesesatan yang nyata" [Ali-Imran : 163]

Keempat.
Berlindungnya seorang hamba kepada Rabb-nya dengan do'a agar menjauhkan dirinya dari maksiat, da do'a merupakan ibadah kepada Allah Ta'ala.

Kelima.
Bahwasanya seorang hamba, apabila terjerumus kepada kemaksiatan dan memberi karunia kepadanya dengan taubat, niscaya bertambah dekat dirinya kepada Allah dan hatinya menjadi luluh. Boleh jadi sesudah taubat tadi ia memiliki kondisi yang lebih sempurna daripada sebelum melakukan kemaksiatan, misalnya dengan hilangnya sifat penipu dan ujub (sombong) serta munculnya kesadaran betapa butuhnya ia kepada Rabb-Nya.

Keenam.
Menegakkan jihad, memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah yang munkar. Sebab kalau tidak ada kemaksiatan dan kekufuran, tidak mungkin ada jihad, tidak mungkin ada amar ma'ruf dan nahyi munkar dan masih banyak hukum-hukum serta kemaslahatan-kemaslahatan lainnya. Dan Allah senantiasa memiliki rencana dalam penciptannya.


[Disalin kitab Al-Qadha' wal Qadar edisi Indonesia Tanya Jawab Tentang Qadha dan Qadar, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin', terbitan Pustaka At-Tibyan, penerjemah Abu Idris]

Sumber www.almanhaj.or.id

hadits-2

go-sunnah

Silakan Pilih

Klik 'tuk baca Al-Qur'an Online

Klik 'tuk 'ndengerin radio online

 

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook

Tamu Online

We have 206 guests and no members online