Tag Archives: Ampunan Allah

Apa saja yang menimpa kita baik musibah pada diri atau harta, maka itu adalah disebabkan oleh perbuatan maksiat dari tangan kita sendiri, dan Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahan dan tidak menghukum karenanya. Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Asy-Syura Ayat 30:

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

Dampak dosa-dosa yang kita lakukan adalah musibah yang kita terima, hal ini adalah karunia Allah ﷻ sebagai pembersih sebelum akibatnya di akhirat.

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Kajian Istimewa – Tarbiyah Assunnah Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja MA. 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱 Pertemuan: 23 Sya’ban 1446 / 22 Februari 2025 Tempat: Masjid Agung Al-Ukhuwwah Bandung Meraih Kemenangan di Bulan Penuh Ampunan الـحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ […]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu pula dari Nabi ﷺ dalam suatu riwayat yang diceritakannya dari Tuhannya yakni Allah Ta’ala sabdanya: “Jikalau seorang hamba itu melakukan suatu dosa lalu ia berkata: “Ya Allah, ampunilah dosaku,” maka berfirmanlah Allah Tabaraka wa Ta’ala: “HambaKu melakukan sesuatu yang berdosa, lalu ia mengerti bahwa ia mempunyai Tuhan yang dapat mengampuni dosa dan dapat pula memberikan hukuman sebab adanya dosa itu.” Kemudian apabila hamba itu mengulangi untuk berbuat dosa lagi, lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah dosaku,” maka Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: “HambaKu melakukan sesuatu yang berdosa lagi, tetapi ia tetap mengetahui bahwa ia mempunyai Tuhan yang dapat mengampuni dosa dan dapat pula memberikan hukuman sebab adanya dosa itu.” Seterusnya apabila hamba mengulangi dosa lagi lalu berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah dosaku,” maka Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: “HambaKu berbuat dosa lagi, tetapi ia mengetahui bahwa ia mempunyai Tuhan yang dapat mengampuni dosa dan dapat pula memberikan hukuman sebab adanya dosa itu. Aku telah mengampuni dosa hambaKu itu, maka hendaklah ia berbuat sekehendak hatinya.” (Muttafaq ‘alaih)