بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Daurah Harian Ramadhan 1446
🎙️ Bersama Ustadz Nefri Abu Abdillah, Lc 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱
🗓️ Al-Khor, 24 Ramadhan 1446 / 24 Maret 2025
Negeri yang Aman
Kajian berikut ini adalah sedikit renungan bagi kita bahwa nikmat kita sekarang sangat banyak, nikmat sehat dan yang paling penting nikmat rasa aman dan kondusif.
1. Nikmat yang paling nikmat adalah adanya rasa aman
Nikmat yang paling nikmat adalah adanya rasa aman, oleh karena itu Allah menyebutkan bahwa ujian yang disebutkan pertama kali adalah ujian rasa takut (yang sedikit). (Lihat QS. al-Baqarah: 155).
Rasa aman lebih baik dari nikmat sehat dan lainnya. Kita lihat Yaman, Sudan, Palestina dan semuanya negara kaum muslimin yang porak poranda dengan perang, miris kita melihatnya.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Fatir Ayat 3:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَٰلِقٍ غَيْرُ ٱللَّهِ يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ
Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?
Standar aman adalah:
1. Kenyamanan dan hilangnya rasa takut
2. Ada rezeki hingga bisa survive untuk hidup.
Dalil-dalilnya:
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آَمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” (QS. An Nahl: 112).
Dari ’Ubaidillah bin Mihshan Al Anshary dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu Majah no. 4141. Abu ’Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib).
Nikmat aman adalah nikmat terbesar, karena dengannya seluruh nikmat yang lain bisa tegak. Dengannya kita bisa beribadah dengan aman dan nyaman.
Maka Ibrahim berdo’a:
رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنْ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
ʀᴀʙʙɪᴊ’ᴀʟ ʜᴀᴅᴢᴀ ʙᴀʟᴀᴅᴀɴ ᴀᴀᴍɪɴᴀɴ ᴡᴀʀᴢᴜQ ᴀʜʟᴀʜᴜ ᴍɪɴᴀꜱᴛ ꜱᴛᴀᴍᴀʀᴀᴀᴛɪ ᴍᴀɴ ᴀᴀᴍᴀɴᴀ ᴍɪɴʜᴜᴍ ʙɪʟʟᴀʜɪ ᴡᴀʟʏᴀᴜᴍɪʟ ᴀᴀᴋʜɪʀ
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian”.
Doa ini sebagaimana dipanjatkan Nabi Ibrahim As dan diabadikan dalam surah al-Baqarah: 126.
Kenapa nikmat aman penting?
1. Di atas Nikmat aman bisa tegak nikmat lainnya.
Nikmat aman tidak diperoleh Nabi ﷺ hingga beliau berhijrah dua kali yaitu ke Madinah dan Habasyah. Demikian juga Nabi ﷺ menandatangani perjanjian Hudaibiyah untuk mendapatkan rasa aman, kelegaan untuk beribadah. Dengannya dakwah bisa lebih luas.
2. Dengan nikmat aman, maka rezeki akan datang dengan lancar.
3. Jika aman, maka rezeki yang diterima bisa dinikmati dengan enak.
Ar-Razi rahimahullah berkata,
سئل بعض العلماء: الأمن أفضل أم الصحة؟ فقال: الأمن أفضل، والدليل عليه أن شاة لو انكسرت رجلها فإنها تصح بعد زمان ولو أنها ربطت في موضع وربط بالقرب منها ذئب فإنها تمسك عن العلف ولا تتناوله إلى أن تموت، وذلك يدل على أن الضرر الحاصل من الخوف أشد من الضرر الحاصل من ألم الجَسَد”
“Sebagian ulama ditanya, apakah rasa aman lebih baik dari kesehatan? Maka jawabannya rasa aman labih baik. Dalilnya adalah seandainya kambing kakiknya patah maka akan sembuh beberapa waktu lagi… kemudian seandainya kambing diikat pada usatu tempat dekat dengan serigala, maka ia tidak akan makan sampai mati. Hal ini menunjukkah bahwa bahaya yang akibat rasa takut lebih besar daripada rasa sakit di badan” (Tafsir al-Kabir, 19/107).
2. Contoh negeri Aman
Negeri Mekah adalah contoh negeri yang aman, karena adanya Ka’bah sehingga dimuliakan Allah ﷻ dan Allah ﷻ berikan mereka rezeki. Allah Ta’ala berfirman:
لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ (1) إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ (2) فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ (3) الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآَمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ (4)
“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Al Quraisy: 1-4)
Negri Mekah yang kering tanpa pemasukan diberi rezeki Allah ﷻ kemampuan dalam berdagang seperti ayat di atas. Budaya mereka adalah Al-itifar atau Al-itifad yaitu mati berjama’ah di padang pasir karena tidak mampu berdagang. Hasyim bin Abdul Manaf adalah tokoh yang memutus budaya Jahiliyah tersebut. Yaitu orang-orang kaya disuruh membantu mereka dan mengajari berdagang. Maka dalam ayat ke 4 Allah ﷻ berfirman: Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.
Gara-gara mengingkari nikmat, akhirnya datanglah musibah. Bentuk dari menginkari nikmat adalah dengan mendustakan ajaran Rasul.
Bahkan di surgaNya, yang dituju adalah negeri yang aman. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Hijr Ayat 46:
ٱدْخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ءَامِنِينَ
(Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman”
3. Apa yang bisa kita lakukan?
1. Hadirkan kesadaran dan syukur atas nikmat aman. Sejarah membuktikan: Saba’ dulu negeri yang aman karena kufur dan dicabutlah nikmat tersebut.
Sample ke dua, negri India juga pernah berjaya & makmur, sehingga dulu sebagian masyarakat Khalij pernah berbondong² mengunjungi negri India, untuk mencari pekerjaan sebagai tenaga kerja, namun kondisi itu hari ini justru berbalik.
Hari² & kondisi terus dipergilirkan oleh Allâh, tidak ada nikmat, kenyamanan bahkan kesusahan, kesulitan yang abadi, ia bisa berganti dalam sesaat tanpa pernah di prediksi.
2. Terus berdakwah menebar ilmu agar masyarakat paham akan pentingnya ilmu.
3. Wujudkan tauhid. Yaitu dengan menjauhi kesyirikan.
4. Kerjasama dengan pemerintah dalam hal yang makruf.
– Korupsi adalah sumber bencana, maka penting dalam penegakan hukum, tetapi juga jangan membuat makar sebagai sumber perpecahan.
– Jaga nikmat aman yang ada.
5. Panjatkan do’a.
Semoga kita menjadi hamba Allah yang bersyukur terutama saat kita mendapatkan rasa aman dan tentram dalam kehidupan. Wallahu Waliyyu At Taufiq.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم