All posts by: admin-assunnahqatar

About admin-assunnahqatar

Takwa secara bahasa berasal dari kata Al Wiqoyah (الوقاية), artinya pagar atau pelindung dari sesuatu yang akan membahayakan. Sebagaimana disebutkan di dalam firman Allah ta’ala,

وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

“Kami menjaga mereka dari azab neraka.” (QS. Ad-Dukhon: 56)

Daripada Al-Barra’ bin ‘Azib radhiyallahu anhuma dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang Muslim itu apabila ditanya dalam kubur, maka ia akan menyaksikan bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah. Yang sedemikian itu adalah sesuai dengan firmannya Allah Ta’ala -yang artinya, “Allah memberikan ketetapan -keteguhan- kepada orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh, baik di dalam kehidupan dunia ini, mahupun dalam akhirat.” (QS Ibrahim ayat 27).

[Shahih Al-Bukhari no 4699 dan Muslim no. 2871]

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Daurah Harian Ramadhan 1446 🎙️ Bersama Ustadz Hanafi Abu Arify, Lc. 𝓱𝓪𝓯𝓲𝔃𝓱𝓪𝓱𝓾𝓵𝓵𝓪𝓱 🗓️ Doha, 27 Ramadhan 1446 / 27 Maret 2025 Antusias Beramal di Usia Senja Ramadhan sebentar lagi usai, maka hendaklah kita manfaatkan waktu tersisa hingga finish. Ibnu Rajab rahimahullah berkata, wahai hamba-hamba Allah ﷻ sesungguhnya Ramadhan sudah siap-siap meninggalkan […]

Saudaraku, Ramadhan sebentar lagi usai, jangan sampai perpisahan ini menjadikan kenangan yang buruk, tetapi kenangan yang dicatat Allah ﷻ sebagai hambaNya yang taat.

Kita telah paham bahwa tujuan puasa adalah mencapai derajat takwa. Puasa adalah sebab terbesar untuk mencapai derajat takwa, Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183, Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”.

Berbicara tentang hidayah berarti membahas perkara yang paling penting dan kebutuhan yang paling besar dalam kehidupan manusia. Betapa tidak, hidayah adalah sebab utama keselamatan dan kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat.

Allah Ta’ala berfirman:

{اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ}

“Berikanlah kepada kami hidayah ke jalan yang lurus”.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Mulk ayat 2:

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,

Dalam ayat ini Allah ﷻ tidak menyebut amal yang banyak, tetapi menyebut yang ahsan (yang berkualitas). Yaitu ikhlas dan muttaba’ah.

Surga adalah tujuan dan harapan akhir dari perjalanan setiap orang yang beriman. Dan untuk menggapainya, tentu perlu usaha keras dengan amalan yang diterima. Apalagi di bulan Ramadhan dimana pintu surga dibuka dan pintu neraka di tutup.

Surga dalam Al-Qur’an disebut sebagai jannah. Kata jannah sering muncul dalam Al-Qur’an, baik dalam bentuk tunggal, dua, maupun jamak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hak Allah atas para hambaNya adalah hendaklah hamba itu beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan hak para hamba-Nya atas Allah adalah seorang hamba tidak akan diseksa selama dia tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.”

Lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, apakah boleh aku menyampaikan khabar gembira ini kepada manusia?”

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat at-Taktsur ayat 8:

ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ

Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Pada ayat ini terdapat Lam qosam dan nun taukid, ini menunjukkan bahwa semua nikmat benar-benar akan diminta pertanggungjawaban di sisi Allah ﷻ. (lihat Tafsir As-Sa’di).