Artikel Kategori Tauhid

Tauhid

Menyembelih Binatang karena Alloh, Dilarang Dilakukan di Tempat Penyembelihan yang Bukan karena Alloh

Kitab Tauhid, Syekh Muhammad At Tamimi,Penerbit: Kantor Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1

Dalil dari Al-Qur'an

Firman Allah  Subhanahu wata’ala:

والذين اتخذوا مسجدا ضرارا وكفرا وتفريقا بين المؤمنين وإرصادا لمن حارب الله ورسوله من قبل وليحلفن إن أردنا إلا الحسنى والله يشهد إنهم لكذبون لا تقم فيه أبدا لمسجد أسس على التقوى من أول يوم أحق أن تقوم فيه فيه رجال يحبون أن يتطهروا والله يحب المتطهرين

“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharotan (pada orang-orang mu’min), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mu’min serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu). Mereka sesungguhnya bersumpah : “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadikan saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). Janganlah kamu dirikan sholat di masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (masjid quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu lakukan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. At Taubah, 107 –108)

  • Meskipun dalil yang dipakai berkenaan dengan masjid dirar, akan tetapi muallif beristimbat, bahwa perbuatan Sholat dikiaskan dengan menyembelih yang hakekatnya sama beribadah kepada Alloh ta'aala.
  • Kaedah ini juga dipakai dalam penerapan yang lebih luas dalam kehidupan beragama kita, seperti bergaul dengan ahlu bid'ah.
  • Kaedah diperbolehkannya sholat di kanisah (gereja) selama tidak ada patung atau salib berbeda dengan kaedah di atas. Karena perbuatan dan tempatnya identik, yaitu: Perbuatanya menyembelih binatang di tempat menyembelih binatang vs orang munafik sholat di tempat orang sholat juga, cuma niatnya lain, tapi susah diketahui sehingga mudharatnya lebih banyak.
    Sedangkan sholat di gereja:
    1. Perbuatanya lain: Sholat kita dengan nashrani berbeda.
    2. Niatnya lain.
    Sehingga kedua hal tersebut tidak berkaitan.
  • Relevansi tulisan ini dengan tauhid, bahwa seorang muslim apabila menyembelih binatang di tempat yang dipakai orang-orang musyrik, maka ia telah berbuat sama seperti mereka, meskipun kesamaan itu dalam lahirnya saja, karena kesamaan lahir akan membawa kesamaan batin.

Dalil dari As-Sunnah

Tsabit bin Dhohhak Radhiallahu’anhu berkata :

نذر رجل أن يذبح إبلا ببوانة، فسأل النبي فقال :" هل كان فيها وثن من أوثان الجاهلية يعبد ؟" قالوا : لا، قال :" فهل كان فيها عيد من أعيادهم ؟" قالوا : لا، فقال رسول الله :" أوف بنذرك، فإنه لا وفاء لنذر في معصية الله ولا فيما لا يملك ابن آدم". رواه أبو داود وإسناده على شرطهما.

“Ada seseorang yang bernadzar akan menyembelih onta di Buwanah([1]), lalu ia bertanya kepada Rasulullah, maka Nabi bertanya : “Apakah di tempat itu ada berhala-berhala yang pernah disembah oleh orang-orang jahiliyah ? para sahabat menjawab : tidak, dan Nabipun bertanya lagi : “Apakah di tempat itu pernah dirayakan hari raya mereka ? para sahabatpun menjawab : tidak, maka Nabipun menjawab : “Laksanakan nadzarmu itu, karena nadzar itu tidak boleh dilaksanakan dalam bermaksiat kepada Allah, dan dalam hal yang tidak dimiliki oleh seseorang” (HR. Abu Daud, dan Isnadnya menurut persyaratan Imam Bukhori dan Muslim).

Kandungan bab ini:

  • Penjelasan tentang firman Allah Subhanahu wata’ala yang telah disebutkan di atas ([2]).
  • Kemaksiatan itu bisa berdampak negatif, sebagaimana ketaatan berdampak positif.
  • Masalah yang masih meragukan hendaknya dikembalikan kepada masalah yang sudah jelas, agar keraguan itu menjadi hilang.
  • Diperbolehkan bagi seorang mufti untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebelum berfatwa untuk mendapatkan keterangan yang jelas.
  • Mengkhususkan tempat untuk bernadzar tidak dilarang selama tempat itu bebas dari  hal-hal yang terlarang.
  • Tidak diperbolehkan mengkhususkan tempat, jika di tempat itu ada berhala-berhala yang pernah disembah pada masa jahiliyah, walaupun semuanya sudah dihilangkan.
  • Tidak diperbolehkan mengkhususkan tempat untuk bernadzar, jika tempat itu pernah digunakan untuk melakukan perayaan orang-orang jahiliyah, walaupun hal itu sudah tidak dilakukan lagi.
  • Tidak diperbolehkannya melakukan nadzar di tempat-tempat tersebut, karena nadzar tersebut termasuk kategori nadzar maksiat.
  • Harus dihindari perbuatan yang menyerupai orang-orang musyrik dalam acara-acara keagamaan dan perayaan-perayaan mereka, walaupun tidak bermaksud demikian.
  • Tidak boleh bernadzar untuk melaksanakan kemaksiatan.
  • Tidak boleh seseorang bernadzar dalam hal yang tidak menjadi hak miliknya.

Footnote:
===========
([1])    Buwanah : nama suatu tempat di sebelah selatan kota Makkah, sebelum Yalamlam; atau anak bukit sebelah Yanbu’.
([2])   Ayat ini menunjukkan pula bahwa menyembelih binatang dengan niat karena Allah dilarang dilakukan di tempat yang dipergunakan oleh orang-orang musyrik untuk menyembelih binatang, sebagaimana sholat dengan niat karena Allah dilarang dilakukan di masjid yang didirikan atas dasar maksiat kepada Allah.

Ikuti pembahasan BAB ini yang disampaikan oleh Ustadz Isnan Efendi hafidzahullah:

go-sunnah

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook