Artikel Kategori Tauhid

Tauhid

Dakwah Tauhid Hingga Akhir

Dari al Harits an Najrani, di bertutur, “Lima hari sebelum kematian beliau, aku mendengar Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda,
 
‘Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian, mereka biasa menjadikan kubur Nabi-nabi mereka serta orang-orang shalih diantara mereka sebagai tempat ibadah, maka janganlah kalian menjadikan kubur-kubur sebagai mesjid, sesungguhnya aku melarang kalian melakukan perbuatan itu’” (HR. Ibnu Abi Syaibah, Syaikh al Albani mengatakan, “Sanadnya shahih berdasarkan syarat Muslim”, lihat Kitab Tahdziir as Saajid hal. 51)

Dalam Kitab Shahiih-nya, Imam al Bukhari meriwayatkan dari Aisyah dan Ibnu Abbas radhiyallaHu ‘anHumaa, mereka berkata,
 
“Ketika Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam sedang menderita sakit yang menyebabkan kematian beliau, maka diletakkanlah sebuah kain di atas wajahnya.  Jika beliau kesulitan bernafas, dibukalah kain itu dari wajahnya.  Dalam keadaan demikian beliau bersabda,
 
‘Laknat Allah bagi orang Yahudi dan Nashrani.  Mereka mejadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah’.
 
Beliau memperingatkan dari apa yang mereka perbuat” (Fathul Baari Syarh Shahiih al Bukhari VI/4)
 
Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 7353), Ibnu Sa’d, Abu Ya’la dalam Musnad-nya dan Abu Nu’aim dalam Kitab al Hilyah dengan sanad shahih dari Abu Hurairah radhiyallaHu ‘anHu.  Dia mengatakan bahwa Rasulullah ShallalaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda,
 
“Ya Allah, janganlah Kau jadikan kuburku sebagai sesuatu yang disembah.  Semoga Allah melaknat orang-orang yang menjadikan kubur-kubur Nabi mereka sebagai tempat ibadah” (Tahdziir as Saajid, hal. 18)
 
Maraji’ :
 
Ensiklopedi Larangan dalam Syari’at Islam, Syaikh Muhammad Basyir ath Thahlawi, Media Tarbiyah, Bogor, Cetakan Pertama, Ramadhan 1427 H/September 2006 M.
 
Semoga Bermanfaat.

 

Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.  Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar" (QS. An Nisaa' : 48)
 
Dari Abu Dzar ra., Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jibril berkata kepadaku, 'Barangsiapa diantara umatmu yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk surga'" (HR. Bukhari) [Hadits ini terdapat pada Kitab Shahih Bukhari]

go-sunnah

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook