• Alquran-Sunnah 1
    Ahlan wa Sahlan
    Selamat Datang di situs Al-Qurán Sunnah, Jika antum menemukan kesalahan, mohon kiranya untuk mengingatkan kami... Kami sampaikan Jazaakumullohukhoiron atas kunjungan antum wabarokallohufiikum...
  • Alquran-Sunnah 2
    Kenapa Al-Qurán dan Sunnah?
    Di antara perkara penting dalam mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah “pemahaman” (al-fahmu). Yaitu, kita diberikan pemahaman tentang apa yang diinginkan oleh Allah Ta’ala dan juga apa yang diinginkan (dimaksudkan) oleh Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Rawatlah Hati!
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,"Karena hati itu diciptakan untuk diketahui kegunaannya... maka mengarahkan penggunaan hati (yang benar) adalah (dengan cara menggunakannya untuk) berfikir dan menilai…”.

Setiap orang tua tentu berharap anak-anaknya menjadi anak yang saleh, berbakti, dan senantiasa mengingat orang tuanya. Namun, ada satu harapan yang jauh lebih penting untuk direnungkan: apakah kelak anak-anak kita akan menjadi orang yang mendoakan kita ketika kita sudah tidak mampu lagi beramal?

Hari ini, ketika anak-anak masih kecil, kita yang bangun ketika mereka menangis. Kita yang merawat ketika mereka sakit, mencari obat, membawa mereka ke dokter, memikirkan makanan dan gizi mereka, memilih sekolah, memikirkan masa depan, serta berusaha menjaga keselamatan mereka.

Akan tetapi, akan datang suatu masa ketika keadaan berbalik.

Rumah tangga bukan sekadar tempat tinggal bersama antara suami dan istri. Rumah tangga memiliki posisi yang sangat besar dalam kehidupan manusia, bahkan menjadi salah satu fondasi penting bagi terbentuknya masyarakat dan peradaban.

Karena itu, pembahasan tentang bagaimana membangun rumah tangga yang bahagia bukan perkara sederhana. Ia membutuhkan ilmu, kesabaran, ketakwaan, dan yang paling utama adalah hubungan yang baik dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Larangan-larangan ihram adalah perkara-perkara yang haram yang wajib dijauhi oleh muhrim karena ihram, larangan-larangan ini ada Sembilan. Kalau seseorang melakukan salah satu larangan ihram karena lupa atau tidak tahu, maka tidak terkena apa-apa. Akan tetapi dikalau uzurnya sudah tidak ada, maka dia harus meninggalkan larangan itu. Dan seharusnya mengingatkan orang yang lupa dan mengajarkan orang yang tidak tahu.

Mutiara Salaf