Kategori Artikel Tazkiyatun Nufus

Tazkiyatun Nufus

Kajian Kitab Al-Kaba'ir oleh Ustadz Isnan Efendi Hafidzahullah 
Pertemuan ke-3, 20 Oktober 2017

jangan syirikSyirik adalah Anda menjadikan suatu tandingan (sekutu) bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakan Anda, dan Anda menyembah selainNya berupa batu, pohon, bulan, nabi, syaikh, jin, bintang, malaikat, atau hal-hal semacamnya.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An-Nisaa: 48)

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (Luqman: 13).

Dan ayat-ayat mengenai dosa besar ini sangatlah banyak.

Karena itu barangsiapa yang menyekutukan Allah, kemudian dia mati dalam keadaan sebagai seorang musyrik, maka dia termasuk penduduk neraka, secara qath'i (tidak bisa dibantah). Sebagaimana halnya orang yang beriman kepada Allah, lalu mati dalam keadaan sebagai seorang Mukmin, maka dia termasuk penduduk surga; sekalipun dia (mungkin akan terlebih dahulu) diazab di neraka (karena dosa-dosa selain syirik yang pernah dilakukannya).

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun” (Al-Maaidah: 72)

Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Maukah kalian aku beritakan tentang dosa paling besar (tiga kali)?” Mereka menjawab,”Mau wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda,”Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” Rasulullah tadinya bersandar lalu duduk tegak dan bersabda,”Ketahuilah, dan ucapan palsu. Ketahui pula, persaksian palsu.” Rasulullah terus mengulang-ulang hingga kami berkomentar,”Seandainya saja beliau diam.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Syirik kecil, Riya’ saat melakukan amal ibadah sebagaimana firman Allah,

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (Al-Kahfi: 110)

Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jauhilah oleh kalian syirik kecil.” Mereka (para sahabat) bertanya,”Wahai Rasulullah, apakah syirik kecil itu?” Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Riya’, Allah Ta’ala pada saat memberi balasan kepada para hamba atas amal perbuatan mereka berfirman,’Pergilah kalian menemui orang-orang yang amal kalian perlihatkan kepada mereka di dunia dan lihatlah apakah kalian mendapatkan pahala dari mereka’.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

 Ikutilah kajian lengkapnya di link berikut:

go-sunnah

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook