Kategori Artikel Tazkiyatun Nufus

Tazkiyatun Nufus

Intisari Daurah Qatar ke-10 bersama Ustadz Abu Haidar Hafidzahullah Pertemuan ke-9

Keberkahan adalah suatu hal yang ingin selalu diraih dalam kehidupan setiap manusia, baik berupa keberkahan dalam ilmu, keberkahan dalam harta, dan sebagainya. Berkah secara bahasa makanya berkembang dan bertambah (dalam kebaikan). Asal dari birkah yaitu bak penampungan air. 

Rezeki tidak sekedar materi, tapi juga immateri. Seperti sesuatu yang membuat yang memiliki nya gembira. Seperti ilmu, gembira, pemahaman, anak, dan lainnya. 

Salah seorang sahabat, curhat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam belum memiliki rezeki anak. Dalam hadits tersebut sahabat menyebut anak sebagai rezeki.

Allah Ta’ala berfirman,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارا

“Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu”. [Nuh: 10-12.]

Rezeki yang berkah memiliki kebaikan, bukan hanya untuk dunia tapi juga akhirat. 

Syarat-syarat berkahnya rezeki:

1. Adanya iman dan taqwa dalam diri si punya rezeki. 

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. Al-A’raf: 96)

LA pada lafatahna adalah lam ta'kid yang berarti menegaskan (pasti...). Dan mendapatkan barokah (berkah yang banyak). 

2. Aplikasikan iman dan taqwa dalam bentuk amalan. 

Dan Allah Subhaanahu wata’ala berfirman,

ذَٲلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ لَمۡ يَكُ مُغَيِّرً۬ا نِّعۡمَةً أَنۡعَمَهَا عَلَىٰ قَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِہِمۡ‌ۙ

‘Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.’ (Q.S. Al-Anfal: 53).

Ini berlaku juga untuk umat umat terdahulu. Alloh ta'aala berfirman dalam surat Al-maidah ayat 66:

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ ۚ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ

Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.

Imam ibnu katsir menjelaskan maknanya melimpahkan rezeki yang banyak dari langit dan bumi. 

Dosa menghalangi rizki. 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (H.R. Ahmad). 

“Kalau bukan karena bani Israil niscaya makanan dan daging kita tidak akan membusuk dan seandainya bukan karena Hawa (isteri Nabi Adam) niscaya wanita tidak akan mengkhianati suaminya selama-lamanya.” (HR Bukhari & Muslim).

Cara aplikasi :

1. Bersyukur atas nikmat yang dan rezeki yang banyak. 

Cara bersyukur: menggunakan nikmat Alloh ta'aala untuk mentaati atau sesuai kehendak Alloh sebagai pemberi nikmat. 

2. Agar barokah, wajib menjaga rezeki yang ada bukan untuk maksiat. 

Tapi digunakan untuk kebaikan. Satu amal sholeh akan melahirkan hidayah Alloh ta'aala kepadanya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS al-‘Ankabuut: 69).

Tanda diterimanya amal kebaikan adalah diikuti oleh kebaikan lainnya. 

ثَوَابُ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا 

“Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya.”

Ibnu Rajab Al-Hambali berkata :

Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah ada kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 388).

3. Jangan gunakan harta untuk kemaksiatan. 

Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menyukai bagi kalian tiga perkara…(di antaranya) idho’atul maal (menyia-nyiakan harta)[HSR al-Bukhari (no.1407) dan Muslim (no.593)]. 

Ikuti kajian ini selengkapnya lengkap dengan tanya jawab beberapa masalah agama:

Ikuti audio kajian ini selengkapnya:

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Download

Download di sini saja.

go-sunnah

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook