Kategori Artikel Tazkiyatun Nufus

Tazkiyatun Nufus

Lanjutan pembahasan Dampak Buruk Kemaksiatan dari kitab Ad-Daa’ wa ad-Dawaa’ karya Syaikhul Islam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah:

Maksiat Memutuskan Hubungan Hamba Dengan Rabbul Alamin.

Apabila sudah putus hubungan dengan Allah Rabbul Alamin, praktis pula semua sebab kebaikan darinya, dan diganti dengan jalinan sebab-sebab keburukan. Keberuntungan apa lagi yang dapat diharapkan manusia? Kehidupan apalagi yang bisa ditunggu oleh orang yang sudah tidak mempunyai hubungan dengan segala kebaikan? Padahal, Allah yang menyayanginya, melindunginya, dan selalu memberikan apa saja yang dibutuhkan manusia setiap saat. Jika sudah itu yang terjadi tidak ada lagi ganti dari-Nya.

Jika sudah demikian, ia tidak akan mendapatkan kebaikan. Sebaliknya ia akan mendapatkan keburukan dan penderitaan serta siksan yang sangat dahsyat dari Rabbul Alamin.

Maksiat Bisa Menghapus Berkah Usia, Berkah Rizki, Berkah Ilmu, Berkah Amal, dan Berkah Ketaatan.

Secara keseluruhan bisa dikatakan bahwa perbuatan maksiat itu menghapus berkah agama dan dunia. Sehingga orang yang berani durhaka kepada Allah Rabbul Alamin akan kita dapati sebagai orang yang paling sedikit berkah umur, agama dan dunianya. Hanya perbuatan maksiat manusia yang dapat menghapus berkah bumi.

Kisah umat-umat yang terdahulu yang berbuat maksiat, bukan hanya dihinakan oleh Allah Azza Wa Jalla, tetapi mereka juga dihancurkan sehancur-hancurnya oleh Allah Rabbul Alamin. Seperti kaumnya Nabi Luth, kaum Ad, kaum Tsamud, dan kaumnya Nabi Nuh, semuanya dihancurkan oleh Allah Rabbul Alamin.

Maksiat Dapat Membuat Orang Menjadi Golongan Rendah.

Manusia diciptakan oleh Allah Rabbul Alamin sebagai makhluk yang mulia. Tetapi kemudian derajatnya, jatuh serendah-rendahnya, karena perbuatan maksiat mereka. Begitulah keadaan jiwanya, jiak seorang hamba berani berbuat maksiat, ia akan turun ke derajat yang sangat rendah, dan akan terus turun sampai ke titik yang paling rendah.

Segala kemuliaan, kebaikan, derajat, serta izzah, menjadi sirna bersamaan dengan datangnya maksiat pada dirinya. Dirinya tenggelam dalam kenikmatan maksiat dan syahwat, yang dibisikkan syetan. Mereka yang sudah tenggelam dalam maksiat itu, seperti merasa dalam kenikmatan, yang sebenarnya kesesatan yang menghancurkan kehidupannya.

Maksiat Membuat Syetan Menjadi Berani Kepada Seorang Hamba.

Karena seorang manusia sudah terbiasa dengan maksiat, syetan menjadi berani mengangggunya, membujuk, menggoda, menyesatkan, menakut-nakuti, membuatnya sedih, cemas, gelisah, murung, lupa ingatan, dan selalu berbuat yang mudharat. Merusak kehidpan manusia lainnya. Akibatnya, dengan leluasa syetan, semakin berani mendorong-dorongnya untuk berbuat maksiat kepada Allah. Syetan-syetan menjelma sebagai manusia, mereka akan mengganggu manusia-manusia yang lemah imannya, dan sudah terbelenggu dengan maksiat dan bujukan syetan, serta kenikmatan dunia.

Sejatinya berbuat durhaka dan maksiat kepada Allah, tetapi mereka merasa berada di jalan Allah Rabbul Alamlin. Itulah manusia-manusia yang sudah jatuh dalam bujukan syetan. Wallahu'alam.

Ikuti lanjutan kajiaan Kitab Ad-Daa’ wa ad-Dawaa’ disampaikan Oleh Ustadz Syukron Habibie Hafidzahullah. Pertemuan Tanggal 22 Juni 2016:

go-sunnah

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook