Artikel Kategori Tauhid

Tauhid

Kajian Ummahat Doha
Syarah Asmaul Khusna - Al-Karim, Al-Akrom dan Al-Rauf
Disampaikan oleh Ustadz Isnan Abu Abdus Syahid Hafidzahullah

 

alfattahNama Allâh Subhanahu wa Ta’ala yang maha indah ini disebutkan dalam firman-Nya:

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ

Katakanlah: “Rabb kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui” [Sabâ/34:26].

Dalam ayat di atas, disebutkan kata Fattah dalam bentuk mufrod - الْفَتَّاحُ dan dalam bentuk jamak diisyaratkan dalam firman-Nya:

وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۚ عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا ۚ رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ

Pengetahuan Rabb kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allâh sajalah kami bertawakkal. Ya Rabb kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya [al-A’râf/7:89]

Asal kata Al-Fathu Secara bahasa berarti: Lawan dari tertutup (Terbuka); pertolongan dan meminta pertolongan.

Ar-Raghib Al-Asfahani dalam kitabnya Al-Mufrodat. Alfathu bermakna: membuka yang tertutup dan menghilangkan permasalahan.
1. Dilihat dengan mata seperti membuka pintu.
2. Dilihat dengan mata hati. Yaitu dari segi makna.

Hal ini ada dua jenis :

1. Bersifat Duniawi. Misalnya hati tertutup, stres dan gundah.
2. Sifat Ukhrowi. Kaitannya dengan ilmu Dien. Membuka pintu ilmu bagi seseorang.

Ibnul Atsîr rahimahullah berkata: “(Arti nama Allâh) al-Fattâh adalah Yang Membuka pintu-pintu rezeki dan rahmat bagi hamba-hamba-Nya, ada juga yang mengatakan (artinya), Yang Maha Memberi hukum di antara hamba-Nya”.

Makna Secara Istilah

Imam At-Thobari dalam tafsirnya beliau meukilkan dari Imam Qotadah, Fattah bermakna Allah yang memberi keputusan. Yaitu memberi keputusan di antara hamba-hambanya. Imam Al-Khottobi dalam kitabnya Sya'nu Du'aa Al-fattah berarti AL-Hakim diantara hamba-hambanya. Termasuk makna ini al-Fattâh adalah Yang Membuka pintu-pintu rezeki dan rahmat bagi hamba-hambaNya.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Syair Annuniyahnya sejalan dengan Syaikh ‘Abdur Rahmân as-Sa’di rahimahullah menjelaskan makna nama Allâh Subhanahu wa Ta’ala yang agung ini:

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

Demikian pula al-Fattâh termasuk nama-nama-Nya (yang maha indah)
Dan al-fath dalam sifat-sifat-Nya ada dua macam:
Al-fath (yang berarti) menetapkan hukum, yaitu syariat Allâh
Dan al-fath (yang berarti menetapkan) ketentuan takdir, ini al-fath kedua
Ar-Rabb (Allâh Subhanahu wa Ta’ala) Maha Pemberi keputusan dengan dua arti ini
Dengan keadilan dan kebaikan dari ar-Rahmân (Yang Maha luas rahmat-Nya)

Syaikh ‘Abdur Rahmân as-Sa’di rahimahullah ketika menjelaskan bait-bait syair di atas, beliau berkata: “al-Fattâh adalah al¬-Hakam (Maha Pemutus hukum), al-Muhsin (Maha Pemberi kebaikan) dan al-Jawwâd (Maha Pemurah). Sifat Allâh Subhanahu wa Ta’ala al-fath ada dua macam:
Yang pertama: (sifat) al-fath (yang berarti memutuskan) hukum dalam agama dan hukum ganjaran (amal perbuatan manusia).
Yang kedua: Dia Maha menentukan hukum (ketetapan) takdir (bagi seluruh makhluk-Nya).

Maka (sifat) al-fath (memutuskan) hukum dalam agama adalah (ketentuan) syariat-Nya (yang disampaikan-Nya) melalui lisan para Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang berisi) semua perkara yang dibutuhkan oleh hamba-hamba-Nya (untuk mendekatkan diri kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala) dan untuk tetap istiqomah (tegar) di atas jalan yang lurus.Adapun (sifat) al-fath dalam hukum ganjaran (amal perbuatan manusia) adalah keputusan (hukum-Nya) terhadap para Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para penentang (dakwah) mereka, serta terhadap hamba-hamba yang dicintai-Nya dan musuh-musuh mereka, dengan memuliakan dan menyelamatkan para Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta pengikut mereka, dan menghinakan serta menyiksa musuh-musuh mereka. Demikian pula keputusan dan hukum-Nya pada hari Kiamat terhadap semua makhluk ketika ditunaikan (balasan) amal perbuatan semua manusia.

Adapun (yang kedua), menentukan ketetapan takdir (bagi seluruh makhluk-Nya) adalah (semua) ketetapan takdir (yang diberlakukan-Nya) terhadap semua hamba-Nya, berupa kebaikan dan keburukan, manfaat dan celaka, serta pemberian dan penghalangan. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۖ وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Apa saja yang Allâh anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh-Nya maka tidak ada seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana [Fâthir/35:2]

Buah dari Mempelajari sifat Alloh ini

  • Bertambahnya kecintaan kita kepada Alloh ta'aala. Keimanan yang benar terhadap nama-Nya yang maha agung ini akan menjadikan seorang hamba selalu menghadapkan diri dan berdoa kepada-Nya semata-mata agar Dia membukakan baginya pintu-pintu taufik, rezeki yang halal dan rahmat-Nya, serta melapangkan dadanya untuk menerima segala kebaikan dalam Islam. Lihat surat Az-Zumar ayat 22.
  • Alkhauf - takut kepada Alloh taaala yang menetapkan segala sesuatu atas kita.
  • Kita berusaha untuk menjadi hamba pembuka kebaikan bagi orang lain dan penutup keburukan bagi orang lain.
  • Senantiasa berdoa agar selalu dibukakan pintu kebaikan.

Contoh ketika masuk masjid.“Jika salah seorang dari kalian masuk ke masjid maka hendaknya dia mengucapkan (doa):

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Ya Allâh, bukalah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu

Dan jika dia keluar (dari masjid) hendaknya dia mengucapkan (doa):

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Ya Allâh, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu (anugerah) kebaikan dari-Mu.

Maka rahmat, kemuliaan dan kebaikan seluruhnya ada di tangan Allâh Azza wa Jalla , Dia membukakan (pintu-pintu kebaikan) dan memudahkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya, dan semua ini termasuk pengaruh positif dan konsekuensi mengimani nama-nya yang mulia ini.

Berikut video kajian materi di atas:

go-sunnah

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook