Kategori Artikel Sunnah

Sunnah

Wahai Umat Islam... Ikutilah Perintah Rasulullah

Salah satu kekhususan atau keistimewaan Ahlus Sunnah wal Jama'ah (pengikut Sunnah Rasulullah dan sunnahnya para Shahabat beliau) itu adalah kesungguhan mereka untuk menghidupkan sunnah-sunnah (tuntunan) Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam  di dalam seluruh kehidupan mereka, apakah itu dalam perkara ibadah, muamalah, aqidah, dan dalam seluruh kehidupan mereka secara umum.

Mereka selalu berpegang kepada FirmanAllah Subhanahu wa Ta'ala: "Apa saja yang dibawa (diperintahkan) oleh Rosul kepadamu, maka ambillah (kerjakanlah), dan apa saja yang dia larang bagimu, maka tinggalkanlah." (QS. Al-Hasyr: 7). Al-Hafidz Ibnu Katsir Rahimahullah dalam tafsirnya berkata: "Yakni apa saja yang diperintahkan olehnya, maka kerjakanlah perintah itu. Dan apa saja yang dilarang olehnya, maka jauhilah larangan itu. Sesungguhnya ia memerintahkan pada kebaikan dan melarang dari kejahatan."

Dan mereka juga selalu berpegang pada sabda Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam  : " Jika aku telah memerintahkan kepada kalian sesuatu, maka kerjakanlah semampu kalian. Dan apa saja yang telah aku larang, maka jauhilah." (Muttafaqun 'alaih).

Konsekuensi dari kedua nash tersebut di atas adalah bahwa Ahlus Sunnah wal Jama'ah itu selalu ingin mentaati segala perintah Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam  , mulai dari perkara yang paling kecil sampai permasalahan yang paling besar, dari perkara yang nampaknya remeh sampai sesuatu yang paling penting. Mereka selalu menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah disaat manusia telah melupakan dan bahkan meninggalkannya. Karena itulah seringkali mereka menjadi terasing di tengah-tengah masyarakatnya.

Ahlus Sunnah wal Jama'ah selalu berusaha menaati segala perintah Rosulullah, menjauhi segala larangannya, membenarkan suatu berita atau khabar yang telah disampaikannya, dan beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sesuai dengan tuntunan Rosulullah. Mereka selalu mengambil semua yang datang dari Rosulullah dalam kehidupan sehari-hari, karena semua yang datang dari Rosulullah adalah Al-Haq (kebenaran) dan barang siapa yang mengikuti dan mematuhinya niscaya akan selamat di dunia dan di akhiratnya. Seperti inilah jalan yang pernah ditempuh Salaf Sholih (generasi pertama ummat Islam ini, yakni para Shahabat Rosulullah, generasi Tabi'in, dan generasi Tabi'ut Tabi'in).

Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Mas'ud bahwa Rosulullah Shallallahu alaihi Wasallam  pernah bersabda: "Allah melaknat wanita--wanita yang mentato dan yang minta ditato, wanita yang mencukur alisnya, serta wanita-wanita yang memasang gigi palsu (yang meratakan gigi) untuk kecantikan dirinya, dan yang merubah ciptaan Allah." Ibnu Mas'ud bercerita: "Lalu khabar itu  (sabda Nabi tersebut) sampai kepada seorang wanita dari Bani Asad ketika ia berada di rumah, wanita itu bernama Ummu Ya'kub, maka segeralah wanita itu mendatangi Ibnu Mas'ud yang menyampaikan sabda Nabi tadi, lalu wanita itu bertanya: "Aku mendengan engkau mengatakan begini dan begitu ?" Ibnu Mas'ud menjawab: "Bagaimana aku tidak melaknat orang yang dilaknat oleh Rosulullah Shallallahu alaihi Wasallam  dan yang dilaknat dalam Kitabullah (Al-Qur'an) ?!" Wanita itu bertanya lagi: "Sungguh aku telah membaca dengan jelas wahyu yang diturunkan kepada Rosulullah, akan tetapi aku tidak menemukan larangan seperti itu !!" Ibnu Mas'ud menjawab dengan tegas: "Jika engkau telah membacanya, sudah tentu akan menemukannya. Bukankah engkau telah membaca ayat yang berbunyi: "Apa saja yang dibawa (diperintahkan) oleh Rosul kepadamu, maka ambillah, dan apa saja yang dia larang bagimu, maka tinggalkanlah." (QS. Al-Hasyr: 7)?" Wanita itu berkata: "Sudah tentu aku telah membacanya." Ibnu Mas'ud menjelaskan: "Itulah ayat yang melarangnya !"  Wanita itu masih berkata lagi: "Tapi aku masih melihat keluargamu mengerjakannya." Ibnu Mas'ud berkata: "Coba pergilah ke sana dan lihatlah." Maka wanita itu segera pergi ke sana, namun tidak melihat orang yang ia sangka masih mengerjakannya. Lalu wanita itu mendatangi Ibnu Mas'ud lagi seraya berkata: "Aku tidak melihat sesuatu." Ibnu Mas'ud berkata: "Kalau bgitu kita telah sepakat!" (yakni larangan dalam sabda Rosulullah Shallallahu alaihi Wasallam  tersebutjuga terdapat dalam Al-Qur'an, pent).

Pembaca yang budiman, lihatlah betapa Ibnu Mas'ud Rodhiyallahu 'anhu dan juga umumnya para shahabat Rosulullah Shallallahu alaihi Wasallam  berkeyakinan bahwa semua yang diperintah atau dilarang oleh Rosulullah itu juga semuanya terdapat di dalam Al-Qur'an, baik secara umum maupun terperinci penjelasannya. Dan ketahuilah pula, ayat tersebut di atas mencakup setiap hal yang diperintah oleh Rosulullah, seperti: masalah kejujuran, amanah, menepati janji, meninggikan kain sarung atau celana di atas mata kaki, membiarkan jenggot memanjang dan sebagainya. Ini semua termasuk perkara yang pernah diperintahkan oleh Rosulullah kepada kita sekalian. Dan hal tersebut tidak akan berubah sampai hari kiamat !

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu pernah bercerita: "Sejak beberapa tahun yang lalu saya mengajar di Mekkah dan saya selalu menasehati jama'ah haji agar mereka membiarkan jenggot mereka panjang serta mencukur kumis, sebagaimana telah diperintahkan oleh Rosulullah. Ketika saya memberi nasehat seperti itu tiba-tiba ada seorang laki-laki dari jama;ah yang hadir berdiri dan meminta agar saya mengemukakan dalil dari Al-Qur'an yang mewajibkan kaum muslimin memanjamkan jenggotnya dan mencukur kumis, maka saya katakan kepadanya: "Bacalah Firman Allah: "Dan apa saja yang dibawa (diperintahkan) oleh Rosul kepadamu, maka ambillah (kerjakanlah), dan apa saja yang dia larang bagimu, maka tinggalkanlah." (QS. Al-Hasyr: 7) Dan Rosulullah telah memerintahkan kita agar membiarkan jenggot memanjang!' Lalu orang tersebut berkata kepada saya "Engkau benar !" Kemudian setelah beberapa hari saya melihat orang tersebut membiarkan jenggotnya memanjang (lihat kitab Kaifa Nafhamu Al-Qur'an karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu).
 
 

Arsip Artikel

11-02-2008
Tunduk Pada Kebenaran

Muslimah.or.id 29 April, 2007 Saudariku,Bagaimana sikap kita jika mendapatkan teguran dari orang lain saat kita melakukan kesalahan? Apakah kita menerimanya begitu saja mengingat dia orang yang kita segani atau takuti,...

Read more
30-10-2007
Fanatisme Yang tercela

MediaMuslim.Info - Fanatisme yang berkembang ditengah-tengah umat manusia selalu berada diantara dua hal yaitu fanatisme pada kebenaran atau kebathilan. Terkadang tidaklah sedikit diantara umat manusia yang sanggup membedakan antara Kebenaran...

Read more
06-11-2007
Termasuk Syirik: Istighatsah Atau Doa Kepada Selain Allah
Termasuk Syirik: Istighatsah Atau Doa Kepada Selain Allah

Firman Allah Ta'ala (artinya): "Dan janganlah kamu memohon kepada selain Allah, yang tidak dapat memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu; jika kamu berbuat (hal itu), maka sesungguhnya kamu, dengan...

Read more
10-04-2009
Hati Sedih dan Pengobatannya Menurut Islam

www.qiblati.com Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam- seringkali berlindung kepada Allah dan mohon dijauhkan dari rasa sedih dan susah. Beliau sering berdo’a : اللَهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحُزْنِ, وَمِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ,...

Read more
10-02-2010
Islam Diantara Hantaman Badai Peradaban Kuffar
Islam Diantara Hantaman Badai Peradaban Kuffar

 Penulis : Al-Ustadz Muslim Abu Ishaq Al-Atsari Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:((لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَ ذِرَاعًا بِذِرَاعٍ , حَتَّى...

Read more
26-12-2007
Hukum Tinggal di Negeri Kafir

Oleh:Asy- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah  Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah ditanya : Apa hukum tinggal di negara kafir? Jawab:Tinggal di negara kafir merupakan bahaya besar terhadap agama,...

Read more
15-02-2008
Hukum Meninggalkan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar, Mengingkari Kemungkaran Bagi Penguasa

Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (www.almanhaj.or.id)PertanyaanSyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bagaimana hukumnya orang yang meninggalkan amar ma'ruf dan nahi mungkar, padahal ia mampu...

Read more
10-12-2007
Hukum sekitar menyembelih hewan kurban (bag.1)

Oleh: Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimina.Menyembelih kurban harus lillahi ta’alaFirman Allah Ta’ala (artinya): ”Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Penguasa semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya;...

Read more
23-10-2011
Iedul Adha yang Berkah
Iedul Adha yang Berkah

Hari Raya qurban, termasuk kekhususan umat ini dan termasuk tanda-tanda agama yang tampak, juga termasuk syi’ar-syi’ar Islam, maka hendaknya kita menjaganya dan menghormatinya. Akhi Muslim…….Puji dan syukur kita panjatkan kepada...

Read more
11-07-2007
Kita Wajib Memperbaiki Diri Kita Sendiri Terlebih Dahulu

Selasa, 23 Nopember 2004 16:20:32 WIBOlehSyaikh Muhammad bin Shalih Al-UtsaiminPertanyaan.Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah penafsiran ayat :"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu ; tiadalah orang...

Read more
You are here: Artikel Sunnah Wahai Umat Islam... Ikutilah Perintah Rasulullah
Update artikel terbaru kami melalui e-mail antum, mau mendaftar?! Klik di sini!

Silakan Pilih!

Mutiara Hadits

"Sesungguhnya Allah menghalangi taubat setiap pelaku kebid'ahan."
(HR. Baihaqi, Thabrani, dan lain-lain)