Kategori Artikel Ilmu

Ilmu

Intisari Daurah Qatar ke-10 bersama Ustadz Abu HAidar Hafidzahullah Pertemuan ke-3

Permasalahan iman merupakan permasalahan terpenting seorang muslim, sebab iman menentukan nasib seorang didunia dan akherat. Bahkan kebaikan dunia dan akherat bersandar kepada iman yang benar. Dengan iman seseorang akan mendapatkan kehidupan yang baik di dunia dan akherat serta keselamatan dari segala keburukan dan adzab Allah.

 

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, hati mereka gemetar, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabbnya mereka bertawakkal” (QS al-Anfâl: 2).

Dan dalil-dalil lainnya yang menunjukkan amalan-amalan hati termasuk iman.

Ibnu Mas’ūd radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu pernah berkata:

اجلسوا بنا نزداد إيمانا

“Marilah kita duduk bersama agar kita menambah keimanan.”

Yaitu dengan bermudzakarah (saling mengingatkan) dengan membacakan ayat-ayat Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Majelis-majelis inilah yang akan menambah keimanan.

‘Abd bin Humaid rahimahullah dan Sa’îd bin Manshûr rahimahullah meriwayatkan bahwa ‘Abdullah bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu pernah berdoa:

اَللَّهُمَّ زِدْنِيْ إِيْمَاناً وَفِقْهاً وَيَقِيْناً وَعِلْماً

Ya Allah, berilah aku tambahan iman, pemahaman, keyakinan dan ilmu.

Sebab-sebab yang dapat menambah iman:

1. Mempelajari ilmu yang bermanfaat.

Dalil dari Alquran :

QS. Al Isra 107-109:

 (107) قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا ۚإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا (108). وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا (109). وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi". Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu`.

QS Al-haj ayat 54:

وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آمَنُوا إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.

QS Fâthir ayat 28:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Dalil Hadits:

Dari Abu Darda radhiallahu Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang paling banyak.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (V/196), Abu Dawud (no. 3641), at-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), dan Ibnu Hibban (no. 80 al-Mawaarid), lafazh ini milik Ahmad.]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhari nomor 71 dan Muslim nomor 1037).

Pada sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, rasulullah menyebutkan lafadz خيرا yang berarti kebaikan dalam bentuk nakirah (indefinitif) yang didahului oleh kalimat bersyarat sehingga menunjukkan makna yang umum dan luas. Seakan-akan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak mengatakan, jika Allah menghendaki seluruh kebaikan diberikan kepada seorang, maka Allah hanya akan memberikannya kepada para hamba-Nya yang Dia pahamkan terhadap agama-Nya. Karena seluruh kebaikan hanya Allah berikan bagi orang-orang yang mau mempelajari dan mengkaji agama Allah ta’ala.

Menuntut ilmu ini mencakup lima poin ilmu yang penting :
1. Membaca alquran mentadaburi dan memahaminya.
2.  Mengenal dan mempelajari asmaul khusna (nama nama Alloh terbaik).
3. Sarah Nabi shallallahu alaihi wasallam.
4. Memperdalam keindahan agama islam.
5. Membaca dan mempelajari sejarah Biografi generasi salaf.

2. Memperhatikan ayat-ayat Allah yang kauniyah.  Ayat-ayat Alloh ta'aala ada 2: Syari'ah dan kauniyah. Kauniyah adalah tanda yang nyata seperti gunung, langit, laut, dll.

3. Bersungguh-sungguh dalam beramal sholeh.

Yang mencakup seluruh ragam dan secara umum dibagi menjadi 3:

  • Amalan hati
  • Amalan Lisan
  • Amalan Jawarih atau anggota badan.

4. Bermuamalah dengan orang yang shalih.

Hal-hal yang mengurangi iman:

1. Sebab-sebab yang datang dari diri sendiri:

  • Aljahlu (kebodohan).
    Dalilnya: QS. Al 'araf ayat 138, Annisa ayat 17, Al Ahzab ayat 33 dan Azzumar ayat 54
    Ucapan ulama:
    Abu aliya rahimahullah: semua dosa lahir dari kebodohan.
    Qatadah rahimahullah berkata dari Abul ‘Aliyah bahwa dia bercerita bahwa seluruh sahabat nabi shallallahu alaihi wasallam berkata: ‘Segala dosa yang dilakukan oleh seorang hamba adalah karena kejahilan.’
  • Berpaling dari kebaikan.
  • Melakukan kemaksiatan dan menumpuk dosa.
  • Nafsul amarah bissu'

2. Sebab-sebab dari luar (eksternal):

  • Syetan dan godaannya.
  • Dunia dan Fitnah nya
  • Qarin-qarin yang buruk.

Ikuti audio kajian ini selengkapnya:

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Download

Download di sini saja.

go-sunnah

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook