Kategori Artikel Review Media Kajian

Audio Review

Asy-Syaikh Utsaimin adalah seorang ulama yang punya perhatian besar terhadap akidah. Karya, ceramah, dan syarah (penjelasan) beliau terhadap matan-matan akidah sangatlah banyak, menyangkut akidah dalam bidang uluhiyah, rububiyah, dan asma wa shifat, atau akidah secara umum. Tentu, akidah yang beliau yakini dan dakwahkan adalah akidah salafiah Ahlus Sunnah wal Jamaah, mengikuti para sahabat nabi. Dalam salah satu karyanya yang berjudul Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam meninggalkan umatnya di atas jalan lurus yang sangat terang malamnya bagaikan siangnya.

Tidaklah tergelincir darinya melainkan orang yang binasa. Umatnya yang menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya berjalan di atas jalan tersebut. Mereka adalah makhluk pilihan Allah Subhanahu wata’ala dari kalangan para sahabat dan tabi’in, serta yang mengikuti mereka dengan baik. Mereka menegakkan syariatnya dan berpegang dengan ajarannya serta menggigitnya dengan gigi geraham, dalam hal akidah, ibadah, akhlak, dan adab, sehingga mereka menjadi kelompok yang selalu unggul di atas kebenaran. Tidak mencelakakan mereka orang yang mengacuhkan mereka atau menyelisihi mereka, sampai datang ketetapan Allah Subhanahu wata’ala dan mereka tetap di atasnya. Kami—segala puji bagi Allah— berjalan di atas jejak mereka. Kami mencontoh perilaku mereka yang didukung oleh al-Qur’an dan sunnah. Kami katakan hal itu sebagai bentuk menyebutkan nikmat Allah Subhanahu wata’ala dan menerangkan terhadap kewajiban yang semestinya di atasnya seorang mukmin.”

Demikian jelas jalan yang beliau tempuh. Karya-karya beliau menjadi bukti tentang akidah yang beliau anut. Karya yang lain dalam bab akidah sangat banyak, kecil maupun besar, dalam bentuk syarah (penjelasan) buku-buku akidah, Kitabut Tauhid, al-Aqidah al-Wasithiyah, dan Lum’atul I’tiqad; atau dalam bentuk ringkasan buku akidah, semacam FathuRabbil Bariyah ringkasan Hamawiyah, Taqrib Tadmuriyah ringkasan kitab Tadmuriyah; atau buku-buku yang khusus beliau tulis dalam bab akidah, seperti Syarh Ushulil Iman, al-Iman bil Qadar, dan al-Qawaid al-Mutsla. Ciri khas yang sangat tampak pada tulisan-tulisan beliau adalah sangat sistematis, sederhana, jelas, dan selalu didukung dengan dalil aqli dan naqli.

Fikih Ibadah dan Ittiba’

Sekilas, jika seseorang melihat beliau, mungkin akan menganggap beliau sebagai ulama Hanbali. Sebab, beliau tumbuh di lingkungan yang sarat dengan mazhab Hanbali dan perhatian besar terhadap buku-buku ulama Hanbali. Namun, apabila seseorang menyelami karya-karya beliau dan mendengar pelajaran-pelajaran fikih beliau, dia pasti mengetahui bahwa beliau adalah seorang yang sangat terikat dengan dalil dan selalu ittiba’ dengannya, serta sangat memerangi takllid buta dan fanatik golongan. Taklid hanya dibolehkan pada kondisi tertentu. Untuk melihat hal itu secara nyata, bisa kita baca kitab asy-Syarhul Mumti’. Betapa sering beliau menyatakan lemahnya pendapat penulis Zadul Mustaqni’. Beliau mengatakan, “Di antara hak Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam atas kita, yang hal itu di atas hak kedua orang tua kita, adalah kita memurnikan ittiba’ kepadanya. Artinya, kita tidak boleh mendahuluinya. Jadi, kita tidak boleh mensyariatkan dalam agamanya sesuatu yang tidak beliau syariatkan dan tidak melampaui apa yang beliau syariatkan, atau menyepelekan syariatnya. Firman Allah Subhanahu wata’ala,

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah, Jika kalian (benarbenar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali Imran: 31).”

Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Aqidah menurut bahasa berasal dari kata ‘Aqd, yang berarti penguatan, pemantapan, dan pengikatan dengan kuat. Sedangkan menurut istilah, yaitu keimanan yang teguh, yang tidak dihinggapi suatu keraguan apapun bagi pemiliknya. Adapun Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang-orang yang mengamalkan apa-apa yang telah diamalkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

Apa saja yang menjadi Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah? Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahullah telah menyusun sebuah kitab khusus yang menerangkan tentang aqidah yang wajib diyakini oleh segenap kaum muslimin yang diberi judul, “Aqidah Ahlis Sunnati wal Jama’ah.” Dan di bawah terdapat link terjemahan dari kitab tersebut.

Penjelasan dari kitab ini dijabarkan oleh Ustadz Abu Abdillah pada Kajian umahat pagi di Wakra - Qatar, berikut rekamannya:

 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Download

Download E-book

go-sunnah

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook