Kategori Artikel Review Media Kajian

Audio Review

Hak dan kewajiban adalah suatu kata yang dipahami oleh mayoritas manusia. Sehingga setiap mereka suka menuntut haknya namun ia terkadang lupa atau lalai untuk menunaikan kewajibannya. Di antara jenis hak dan kewajiban misalnya adalah hak Allah ta’ala atas hamba-Nya dan hak hamba atas Allah ta’ala. Hak Allah Azza wa Jalla adalah kewajiban para hamba untuk menunaikannya dengan benar. Sedangkan hak para hamba atas Allah adalah kewajiban Allah ta’ala yang akan Ia berikan kepada para hamba-Nya yang telah menunaikan kewajiban mereka dengan benar. Hak Allah atas hamba adalah mereka menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Sedangkan hak para hamba atas Allah adalah Allah tidak mengadzab para hambanya yang tidak berbuat syirik, sebagaimana di dalam hadits di bawah ini,

Dari Mu’adz bin Jabal radliyallahu anhu berkata, aku pernah dibonceng Nabi Shallallahu alaihi wa sallam di atas seekor keledai yang diberi nama Ufair. Beliau bertanya, “Wahai Mu’adz, apakah engkau tahu hak Allah atas para hamba-Nya dan hak para hamba atas Allah?”. Aku menjawab, “Allah dan Rosul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda,

فَإِنَّ حَقَّ اللهِ عَلَى اْلعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوْهُ وَ لَا يُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا وَ حَقَّ اْلعِبَادِ عَلَى اللهِ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

“Hak Allah atas para hamba adalah mereka mengibadahi-Nya dan tidak mempersekutukan sesuatu dengan-Nya (yakni tidak berbuat syirik kepada Allah). Sedangkan hak para hamba atas Allah adalah Allah tidak akan mengadzab orang yang tidak mempersekutukan sesuatu dengan-Nya”. Aku berkata, “Wahai Rosulullah, bolehkan aku memberitakan kabar gembira ini kepada manusia?”.  Beliau bersabda, “Janganlah engkau mengabarkan ini kepada mereka, niscaya mereka nanti akan bergantung (kepadanya)”. [HR al-Bukhoriy: 2856, 5967, 6267, 6500, 7373, Muslim: 30, Ibnu Majah: 4296 dan Ahmad: V/ 228, 230, 234. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].[Shahih Sunan Ibnu Majah: 3468]

pasangan

Begitupun di dalam rumah tangga, masing-masing suami istri mempunyai hak dan kewajiban. Hak istri adalah kewajiban bagi suami untuk menunaikannya sebaik-baiknya. Dan hak suami adalah kewajiban bagi istri untuk menunaikannya sebaik-baiknya. Jadi setiap satu dari mereka mesti mengenal hak-hak pasangan hidupnya dengan baik dan berusaha dengan maksimal dan optimal untuk menunaikan kewajiban mereka masing-masing kepada pasangannya tersebut. Hal ini telah disinggung oleh Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam di dalam dalil berikut,

عن سليمان بن عمرو بن الأحوص قال: حدثنى أبى أنه شهد حجة الوداع مع رسول الله صلى الله عليه و سلم قَالَ: أَلَا  إِنَّ  لَكُمْ  عَلَى  نِسَائِكُمْ حَقًّا وَ لِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقًّا

Dari Sulaiman bin Amr bin al-Ahwash berkata, Ayahku pernah bercerita kepadaku bahwasanya ia pernah menyaksikan haji wada’ bersama Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Ingatlah sesungguhnya istri-istri kalian mempunyai hak atas kalian dan kalianpun mempunyai hak atas istri-istri kalian”. [HR at-Turmudziy: 1163, Ibnu Majah: 1851 dan Ahmad: V/ 72, 73. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Hasan]. [Shahih Sunan at-Turmudziy: 929]

Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah, “Laki-laki itu mempunyai beberapa hak dan wanita juga memiliki beberapa hak”. [Bahjah an-Nazhirin: I/ 361.]

Download: Makalah Menggapai Keluarga Sakinah

Pembahasan Kajian: Bersama Ustadz Cecep As-Subangy

go-sunnah

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook