Kategori Artikel Aqidah

Aqidah

Sifat Ar-Rahmaan terdapat dalam 57 tempat di dalam Al-Qur'an sedangkan Ar-Rahiim ada dalam 123 tempat. Lafadz Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim diambil dari kata rahmat yaitu kasih sayang. Keduanya menunjukan sesuatu yang lebih (Al-Mubalaghogh) yaitu dari sisi kasih sayang.

Seluruh nama dan sifat Alloh ta'ala mengandung sifat baik secara muthobaqoh, tadhomun atau iltizam.
Dalam hal ini muthobaqoh berarti Dia-lah Alloh yang maha pengasih lagi maha penyayang. Tadhomun menunjukan sifat rahmat dan kasih sayang. Iltizam menunjukan konsekuensi kasih sayang Alloh atas nama Arrohman dan Arrohim seperti pemberi rezeki.

Perbedaan Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim

Ar-Rahmaan: Dzat yang memiliki rahmat yang menyeluruh bagi seluruh makhluk di dunia dan khusus untuk mukmin di akhirat
Ar-Rahiim: Rahmat yang khusus bagi mukminin di dunia maupun akhirat. QS. Al-Ahzab ayat 42.

Ar Rahman menunjukkan sifat dzatiah yang melekat pada diri Alloh taaala. Bersifat menyeluruh.
Sifat Ar-Rahiim menunjukkan sifat fi'liah atau perbuatan dan berkaitan dengan kehendak Allah subhabahu wataala. Dan ini erat kaitannya dengan orang yang diberikan rahmat.

Ar-Rahmaan tidak boleh menamakan makhluk dengannya.
Ar-Rahiim boleh digunakan untuk makhluk seperti dalam QS Attaubah ayat 128.

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

Artinya: Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Ibnu Katsir menyimpulkan: ada diantara nama-nama Alloh ta'aala yang boleh dinamakan dengan namaNya untuk makhluk selain Nya. ada diantara nama-nama Alloh ta'aala yang tidak boleh dinamakan dengan namaNya untuk makhluk selain Nya Seperti nama Alloh, Ar-Rahmaan, Ar-Roziq, Al-kholiq.

Alloh menempatkan sifat tersebut secara hakikat. Bukan majaz atau kiasan. Karena banyak kelompok yang mengartikan secara kiasan (Tidak secara hakikat). Ada diantara mereka yang tidak mengartikan nama rahmat dengan kasih sayang seperti halnya sifat marah tetapi Sifat Alloh untuk memberikan nikmat (Menurut mereka), karena menurut mereka hal ini berkaitan dengan emosional sehingga kontrolnya kurang. Mereka berdalih untuk menghilangkan penyerupaan Alloh dengan makhluk Hal ini dibantah panjang lebar oleh Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab Muhtashor ash-Shawa’iq al-Mursalah ala al-Jahmiyah wal Mu’atthilah sebanyak 10 poin kekeliruan.

Rahmat Allah ta'aala dikaitkan dengan Allah sendiri (diidhofahkan) ada dua :

1. Kaitannya dengan sifat Allah. Seperti dalam surat Al-An'am ayat 133.

وَرَبُّكَ الْغَنِيُّ ذُو الرَّحْمَةِ إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَسْتَخْلِفْ مِن بَعْدِكُم مَّا يَشَاء كَمَآ أَنشَأَكُم مِّن ذُرِّيَّةِ قَوْمٍ آخَرِينَ

Artinya: Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain.

2. Rahmat yang berupa makhluk.

HR Muslim tentang surga: Kamu wahai surga adalah rahmatku, aku mengasihi dan menyayangi denganmu bagi siapa yang aku kehendaki.Dalam hal ini rahmat berarti surga.

Alloh memiliki seratus rahmat dan menurunkan satu rahmat di dunia. Dengan satu rahmat itu segala makhluk berkasih sayang.

إن لله مائة رحمة أنزل منها رحمة واحدة بين الجن والإنس والبهائم والهوام، فيها يتعاطفون، وبها يتراحمون، وبها تعطف الوحش على ولدها، وأخر الله تسعا وتسعين رحمة يرحم بها عباده يوم القيامة

“Sesungguhnya Allah memiliki 100 rahmat. Salah satu di antaranya diturunkannya kepada kaum jin, manusia, hewan, dan tetumbuhan. Dengan rahmat itulah mereka saling berbelas kasih dan menyayangi. Dengannya pula binatang liar mengasihi anaknya. Dan Allah mengakhirkan 99 rahmat untuk Dia curahkan kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.”

(Muttafaq ‘alaih; dalam Shahih Bukhari no. 6104 dan Shahih Muslim no. 2725; lafal hadits ini dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu).

رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْماً

“Wahai Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu ….” (Q.s. Ghafir/Al-Mu’min: 7)

Syaikh Utsaimin dalam menafsirkan surat Ghofir ayat 7 dalam Syarah Aqidah Wasithiyah : Menunjukkan rahmat umum bagi Alloh yang mencakup seluruh makhluk sampai kafir karena Allah menggandengkan rahmat Nya dengan ilmu. Sebagaimana halnya Alloh taaala mengetahui seluruh sesuatu begitu pun rahmat Nya. Tapi rahmat Alloh taaala bagi orang kafir sebatas didunia saja.

Bentuk rahmat Alloh ta'ala di dunia:

  • Adanya makhluk. Karena makhluk memerlukan satu sama lainnya.
    Ibnul Qayyim: Jika kamu melihat alam ini dengan ilmu yang mendalam maka akan kamu dapatkan semuanya akan penuh dengan rahmat Alloh taaala.
  • DiturunkanNya Kitab, para Rasul dan Nabi Muhammad Sholallohu alaihi wasallam. (Ibnul Qayyim menjelaskan inilah rahmat Alloh yang paling besar). QS Al Anbiya ayat 107 dan An-Nahl ayat 89
  • Adanya pengampunan dari Allah subhabahu wataala.
    QS AZ zumar ayat 53.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.

Alloh ta'aala sangat senang kepada hamba yang bertaubat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ ، وَقَدْ أَضَلَّهُ فِى أَرْضِ فَلاَةٍ

“Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747).

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يَتُوبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضِ فَلاَةٍ فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَأَيِسَ مِنْهَا فَأَتَى شَجَرَةً فَاضْطَجَعَ فِى ظِلِّهَا قَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَبَيْنَا هُوَ كَذَلِكَ إِذَا هُوَ بِهَا قَائِمَةً عِنْدَهُ فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ اللَّهُمَّ أَنْتَ عَبْدِى وَأَنَا رَبُّكَ.أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ

“Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat pada-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang berada di atas kendaraannya dan berada di suatu tanah yang luas (padang pasir), kemudian hewan yang ditungganginya lari meninggalkannya. Padahal di hewan tunggangannya itu ada perbekalan makan dan minumnya. Sehingga ia pun menjadi putus asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan tidur berbaring di bawah naungannya dalam keadaan hati yang telah berputus asa. Tiba-tiba ketika ia dalam keadaan seperti itu, kendaraannya tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. Karena sangat gembiranya, maka ia berkata, ‘Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabb-Mu.’ Ia telah salah mengucapkan karena sangat gembiranya.” (HR. Muslim no. 2747).

  • Alloh ta'ala menurunkan syariatnya untuk kemaslahatan makhluk Nya.
  • DiturunkanNya musibah.
    Orang yang sabar melihat rahmat dalam musibah.

“Tiada suatu musibah pun yang menimpa seorang Muslim, melainkan dengannya Allah hapuskan (dosa-dosa kecil) darinya sampai-sampai sebatang duri pun yang menusuknya.”( Shahih Al-Bukhari, kitab Al-Mardla, no. 5640; Shahih Muslim, kitab Al-Birr wa Ash-Shilah, no. 2572.)

Faedah yang dapat diambil

1. Lebih Mencintai Alloh ta'ala. Dan melaksanakan konsekuensi dari cinta tersebut.
2. Pengharapan kepada Alloh taaala akan lebih. Demikian juga takut akan adzabnya. Karena keduanya seperti sayap burung, jika satunya patah maka tidak bisa terbang.
3. Seorang hamba berusaha memiliki sifat rahmat tersebut dan menyalurkannya kepada hamba Allah subhabahu wata'ala yang lainnya.
4. Apabila kita ketahui sangat penting bagi kita maka berusaha mendapatkan rahmat dan menerapkan kepada lainnya.

Langkah-langkah mendapatkan rahmat Alloh ta'aala:

1. Bersifat ihsan kepada makhlukNya (Berbuat baik). Seperti dalam Surat Al-A'raf ayat 56:

إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

2. Tadabur Alquran dan mengamalkan. Seperti dalam Surat Al-A'raf ayat 204:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

3. Beristighfar (Memohon ampun). Seperti dalam Surat An-Naml ayat 46:

قَالَ يَا قَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ ۖ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dia berkata: "Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat".

4. Menjaga dan mengurusi anak yatim.

عَنْ سَهْلٍ بْنِ سَعْدٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا ، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

Artinya: Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Aku dan orang yang mengurus (menanggung) anak yatim (kedudukannya) di dalam surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan (kedua jarinya yaitu) telunjuk dan jari tengah serta agak merenggangkan keduanya.” (HR. Imam Al-Bukhari).

5. Amal-amal sholeh yang lain.

Ikuti Kajian selengkapnya:

go-sunnah

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook