Kategori Artikel Aqidah

Aqidah

Intisari Kajian Kitab Aqidah Wasithiyah Karya Ibnu Taimiyah Rahimahullah Pertemuan 2 Mukadimah

Beliau membagi kitab-kitab menjadi 3 bagian:

  1. Bagian yang hanya menetapkan Aqidah Salaf Ahlussunnah tanpa menyebutkan bantahan terhadap kelompok-kelompok sesat. Seperti Kitab Aqidah Al-Washitiyah.
  2. Khusus untuk membantah, seperti bantahan terhadap Kristen dalam Kitab al-Jawabus Shahih liman Baddala Dinal Masih. Atau juga bantahan terhadap Kelompok Jahmiyah dalam kitab Bayan Talbis Al-Jahmiyah.
  3. Menggabungkan antara keduanya, berisi penjelasan dan bantahan. Seperti Al-Aqidah Al-Hamawiyah.

Dari pengelompokan ini, Ibnu Taimiyah rahimahullah menulis kitab bisa karena dua hal, yaitu permintaan dari seseorang atau bantahan terhadap kelompok yang menyimpang.

Metode Beliau dalam menulis ada beberapa poin:

  1. Mengagungkan, memuliakan dan mengutamakan nash-nash syar'i yaitu Al-Qur'an dan Sunnah. Beliau jelaskan ini di dalam kitab beliau Darut Ta'awudzil aqli wan naqli (Kitab untuk membantah Ahlul Kalam): "Mereka Ahlussunnah waljama'ah menjadikan kalamullah dan kalam Rasulnya sebagai dasar utama dan menjadikan kepadanya dikembalikan jika ada khilaf suatu persoalan. Maka jika sesuai dengan kalamullah dan kalam Rasul, maka itu yang benar. Tapi sebaliknya jika menyelisihi, maka itu yang salah".
  2. Memahami dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah dengan ucapan ulama salaf. Beliau menyebutkan dalam beberapa kitab antara lain dalam kitab Ar-Rad ala al-Akhnai, beliau mengatakan: "Bahwasanya yang menjawab ini Alhamdulillah aku tidak mengatakan suatu permasalahan tetapi telah dikatakan oleh pendahuluku dan merekalah salaful ummah orang yang paling mengetahui tentang sunnah Rasulullah dan paling mengikutinya".
  3. Manhaj Al-Wasatiyah (Manhaj tengah-tengah) dan beliau sebutkan dalam Kitab Aqidah Washitiyah: "Ahlussunnah adalah mereka orang-orang yang tengah di antara kelompok-kelompok umat Islam, sebagaimana halnya umat Islam adalah umat yang paling tengah di antar umat agama lain. Sebagai contoh Umat Nasrani berlebihan terhadap Nabi Isa 'alaihissalam dalam menyanjungnya dan Umat Yahudi berlebihan terhadap meremehkan Nabi Isa 'alaihissalam".
  4. Menyerahkan sepenuhnya masalah ghaib kepada Alloh subhanahu wata'aala dan kemudian mengimaninya. Beliau sebutkan dalam Kitab Majmu' Fatawa: "Aku beriman kepada apa yang telah datang dari Alloh subhanahu wata'aala sesuai dengan kehendak dan maksud Alloh subhanahu wata'aala dan aku beriman dengan apa yang dibawa Rasulullah Sholallohu'alaihi wasallam sesuai dengan maksud dan kehendak Rasulullah Sholallohu'alaihi wasallam".

Musuh-musuh beliau juga banyak seperti yang dinyatakan Imam Al-Bazaar rahimahullah dalam Biografi Ibnu Taimiyah rahimahullah , senantiasa terus-menerus orang yang tidak suka dengan beliau rahimahullah terus menyebarkan kebencian dari zaman sekarang sampai seterusnya.

Faktor kebencian mereka karena beberapa hal seperti:

  1. Karena dunia, seperti posisi yang terancam. Seperti hakim-hakim yang ada.
  2. Karena menyelisihi dan membantah aqidah yang menyimpang seperti Asy-'ariah, Sufi atau Syiah. Dan golongan yang non muslim.
  3. Karena urusan pribadi.

Karena hal tersebut banyak fitnah yang berkembang, salah satunya adalah fitnah Tajsim/mujassima (menjasadkan/menyerupakan Alloh) yaitu beliau difitnah telah mengatakan "turunya Alloh subhanahu wata'aala seperti turunnya saya dari mimbar". Dan ini telah dibantah oleh para ulama baik dari sumbernya maupun sejarahnya.

Ikuti kajian selengkapnya oleh Ustadz Isnan Efendi Hafidzahullah:

go-sunnah

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook