Kategori Artikel Akhlak dan Nasehat

Akhlaq dan Nasehat

Kajian Kitab Minhajul Muslim bersama Ustadz Isnan Efendi Hafidzahullah
Kajian Ummahat Doha

adab suami isteriYang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga ada dua amalan yaitu takwa dan akhlak yang baik.

Dari Abu Hurairah, ia berkata,

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ « تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ ». وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ « الْفَمُ وَالْفَرْجُ »

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” Beliau ditanya pula mengenai perkara yang banyak memasukkan orang dalam neraka, jawab beliau, “Perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Adab-adab umum bersama antara suami dan isteri:

1. Saling mempercayai antara suami dan isteri.

Selayaknya seorang seorang suami memberikan kepercayaan kepada suaminya, dan begitu juga sebaliknya dengan seorang istri. Jangan keduanya kehilangan rasa mempercayai, sehingga tumbuh rasa curiga dan syakwasangka dalam keluarga.

2. Kelembutan dalam berinteraksi.

Hendaklah kedua pasangan menjaga adab-adab umum di antara keduanya, seperti berbicara dengan lemah-lembut, selalu menampakkan wajah yang cerah dan penuh senyuman, selalu menghormati dan memuliakan. Hindarkan kekerasan dan amarah di dalam rumah tangga.

Jika terjatuh pada khilaf, maka segera beristighfar dan memperbaiki karena itulah sifat manusia. Apalagi bagi kita yang selalu hadir dalam majelis ilmu, tentu akan lebih baik.

Allah تعالي berfirman,

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ

"Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui (berilmu) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (jahil)?! Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." [Az-Zumar: 9].

Hak Istri terhadap Suaminya

1. Menggaulinya dengan Ma’ruf, memberikan makan jikalau ia makan, memberinya pakaian jikalau ia membeli pakaian, mendidiknya sesuai dengan aturan Allah Subhanahu wata'aala tanpa menyakiti hatinya dan badannya. Allah Subhanahu wata'aala berfirman:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” [An-Nisa: 19].

Rasulullah Sholallohu 'alaihi wasallam bersabda, “Engkau memberinya makan jikalau engkau makan, memberinya pakaian jikalau engkau berpakaian, jangan memukul wajah, jangan menjelekkan, dan jangan menjauhinya kecuali di rumah.” [Diriwayatkan oleh Muslim].

2. Mengajarkannya hal-hal penting dalam Islam, seperti masalah Aqidah, masalah shalat dengan segala variannya, masalah kewanitaan dan sebagainya. Allah Subhanahu wata'aala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” [At-Tahrim: 6].

Jika suami tidak mampu dan paham, maka hendaknya tidak melarang isteri untuk menghadiri kajian-kajian yang syar'i. Karena kebutuhan ilmu lebih penting dari sekedar makan dan minum.

3. Mewajibkannya untuk menjalankan ajaran-ajaran Islam serta menghukumnya (Yang proporsional), seperti memakai hijab, tidak melakukan safar sendirian, mengerjakan shalat, dan sebagainya. Ini adalah tugas seorang suami yang harus dijalankannya, karena ia adalah pemimpin. Allah Subhanahu wata'aala berfirman:

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوۡنَ عَلَى النِّسَآءِ

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita.” [An-Nisa: 34].

4. Jikalau Anda berpoligami, maka Anda harus bisa bersikap adil di antara istri Anda. Jikalau tidak mampu, maka cukup satu istri saja. Allah Subhanahu wata'aala berfirman:

“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja.” [An-Nisa’:3].

Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

“Sebaik-baik kalian adalah yan berbuat baik kepada keluarganya. Sedangkan aku adalah orang yang paling berbuat baik pada keluargaku” (HR. Tirmidzi no. 3895, Ibnu Majah no. 1977, Ad Darimi 2: 212, Ibnu Hibban 9: 484. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

5. Tidak menyebarkan rahasianya dan tidak menyebut-nyebut aib yang ada padanya, karena suami adalah kepercayaannya dan yang dituntut untuk menjaga dan melindunginya.

Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن من أشر الناس عند الله منزلة يوم القيامة الرجل يفضي إلى امرأته وتفضى إليه ثم ينشر سرها

“Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan rahasia ranjangnya.” (HR. Ibn Abi Syaibah 17559, Ahmad 11673, dan Muslim 1437)

Hak Suami terhadap Istrinya

1. Ditaati selama tidak berada dalam kemaksiatan; sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jikalau seorang laki-laki mengajak istrinya ke tempat tidurnya, kemudian ia tidak menghampirinya dan tidur dalam keadaan marah, maka para Malaikat melaknatnya sampai subuh.” [Diriwayatkan oleh Muslim].

Allah ta'aala berfirman:

فَإِنۡ أَطَعۡنَكُمۡ فَلَا تَبۡغُواْ عَلَيۡهِنَّ سَبِيلًاۗ

Jika mereka menaati kalian, janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. [An-Nisa: 34].

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ اِمْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا اَلْمَلآئِكَةُ حَتىَّ تُصْبِحَ

“Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu istri enggan sehingga suami marah pada malam harinya, malaikat melaknat sang istri sampai waktu subuh.” (HR. Bukhari: 11/14)

Ikuti Kajiannya melalui audio berikut ini:

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Download

2. Dijaga kemuliaannya, hartanya dan seluruh kepemilikannya. Dalam Al-Quran Al-Karim dijelaskan: 

“Sebab itu, maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.” [An-Nisa: 34]

3.Seorang harus berdiam diri di rumah suaminya, dan ia tidak boleh kecuali dengan izinnya dan ridhonya. Allah ta'aala berfirman:

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” [Al-Ahzab: 33]

 

go-sunnah

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook