Kategori Artikel Akhlak dan Nasehat

Akhlaq dan Nasehat

Kajian Sabtu Wakra - Qatar
Bersama Ustadz Syukron Abu Muhammad Hafidzahullah
Membahas Kitab Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar - Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah

Amar Maruf Nahi MunkarRasulullah Sholallohu'alaihi wasallam pernah bersabda:

"Orang yang paling berat siksanya nanti pada hari kiamat adalah orang yang tahu berilmu) yang Allah menjadikan ilmu orang itu tidak bermanfaat baginya. " (H.R.Ibnu Majah dalam kitab Sunannya).

Ayat 44 dari surat Al-Baqarah di atas dan ayat-ayat semakna yang lain, membuat banyak ulama dahulu menghindarkan diri dari memperbanyak memberikan peringatan.

Ibrahim an-Nakha'i berkata: "Ada tiga ayat yang membuat aku tidak suka memberikan cerita(peringatan):

Ayat pertama:

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

"Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan)kebaktian, sedang kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?" (QS. Al-Baqarah:44).

Ayat kedua:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang kamu tidak perbuat?" (QS. Ash-Shaff:2).

Ayat ketiga yang menceritakan tentang Nabi Syu'aib Alaihissalam:

وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ ۚ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

"....Dan aku tidak berkehendak mengerjakan apa yang aku larang kamu daripadanya. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikann selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkann dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aht bertawakkal dan hanya kepadaNyalah aku kembali. " (Q.S.Huud:88).

Dan sesungguhnya orang-orang dahulu - Semoga Allah meridhai mereka telah menyadari bahwa peringatan dengan (teladan) perbuatan lebih efektif daripada peringatan perkataan. Bahkan ada di antara mereka berkata:

عمل رجل في ألف رجل أبلغ من قول ألف رجل في رجل

Perbuatan satu orang di tengah-tengah seribu orang, lebih fasih dari perkataan seribu orang kepada satu orang.

Apakah untuk berdakwah amar ma'ruf nahi mungkar harus menunggu sempurna?

Apakah makna nash-nash itu adalah juru dakwah itu harus tidak melakukan amar ma'ruf nahi munkar sampai dirinya Mencapai akhlak utama dan kesucian sempurna?

Pertanyaan tadi dijawab oleh segolongan ulama dan imam dahulu. Maka Sa'id bin jubair berkata dalam suatu riwayat oleh Malik dari Rabi'ah bin Abi Abdir Rohman, ia menceritakan: aku mendengar Sa'id bin jubair berkata: "Kalau orang tidak meu melakuknn amar ma'ruf nahi munkar sampai dalam dirinya tidak ada sesuatu (hal yang tidak baik), niscaya tidak ada seorang pun
yang menjalankan amar ma'ruf dan nahi munkar."

Malik berkata: "Siapakah orang yang pada dirinya tidak terdapat sesuatu (hal yang tidak baik)?"  Al-Hasan berkata kepada Mutharrif bin Abdillah: "Berilah peringatan satrabat-sahabatmu! " Ia menjawab: "Sesungguhnya aku takut mengatakan sesuatu yang aku sendiri tidak mengerjakannya." Lalu Al-Hasan berkata: "semonga Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dan kepada siapa saja di antara kita yang mengejakan sesuatu yang ia katakan! Dan setan senang, ia telah menang, sehingga tidak ada seorang pun yang akan melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar!"

Al-Qurthubi berkata: Orang-orang berilmu (pandai) berkata: tidaklah termasuk syarat orang yang melakukan natri munkar bahwa ia harus seorang yang suci dari maksiat, tapi orang-orang yang mengerjakan maksiat itu melakukan nahi mungkar terhadap sesama mereka." Selanjutnya Al-Qurthubi berkata: "sebagian ulama ushul berkata: diwajibkan atas peminum (minuman keras) melakukan nahi mungkarterhadap sesama mereka."

Ikuti selengkapnya kajian materi ini di link berikut:

go-sunnah

Mailing List

Masukan email anda:


Mailing List Assunnah-Qatar, adalah sebuah model media virtual yang diupayakan untuk menghidupkan sunnah, berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang sesuai dengan apa yang dipahami oleh As-Salafus As-Shalih, insya Allahu Ta'ala. Oleh karena itulah, menjadi sesuatu yang niscaya agar kita meniti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Update Artikel

Masukan email anda:

Join us on facebook 16 Facebook